YayBlogger.com
BLOGGER TEMPLATES

Pages

Kamis, 20 September 2012

LAPORAN PRAKTIKUM PROSES KERJA OSMOSIS


    I.        Judul dan Tanggal Praktikum
Judul Praktikum        : Proses Kerja Osmosis
Tanggal Praktikum    : 28 Agustus 2012

  II.        Tujuan Praktikum
Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui proses kerja osmosis.

III.        Dasar Teori
Pada membran sel terikat protein yang menembus maupun yang berada di luar permukaan. Pernyataan ini berdasarkan atas penemuan S.J Jinger dan G. Nicholson pada tahun 1972 tentang teori membran yang dikenal sebagai model mozaik fluid. Dengan melihat struktur seperti yang disebutkan di atas, membran bukan hanya sebagai pembatas suatu sel, tetapi lebih kompleks lagi karena membran memiliki kegunaan lain seperti berperan dalam lalu lintas keluar masuknya sel.
Transportasi molekul yang menuruni gradien konsentrasi disebut dengan transportasi pasif, sedangkan transportasi molekul yang melawan gradien konsentrasi disebut transportasi aktif. Molekul-molekul yang berukuran besar dalam proses transportasinya melibatkan pelekukan membran sel sehingga membentuk suatu vesikula. Transportasi aktif meliputi proses pompa ATP, eksositosis, dan endositosis. Adapun transpor pasif meliputi proses difusi, osmosis, dan difusi terbantu.
Transpor pada membran tergantung pada ukuran molekul dan konsep zat yang melewati membran sel tersebut molekul-molekul yang berukuran kecil dapat melalui membran sel dengan dua cara, yaitu:
Dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah, atau bisa juga
Menuruni gradien konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah.


Osmosis merupakan proses perpindahan molekul-molekul pelarut (air) dari konsentrasi pelarut tinggi ke konsentrasi pelarut yang lebih rendah melalui membran diferensial permeabel. Contoh peristiwa osmosis adalah kentang yang dimasukkan ke dalam air garam. Osmosis merupakan suatu fenomena alami, tapi dapat dihambat secara buatan dengan meningkatkan tekanan pada bagian dengan konsentrasi pekat yang lebih encer.



Gaya per unit luas yang dibutuhkan untuk mencegah mengalirnya pelarut melalui membran permeabel selektif dan masuk ke larutan dengan konsentrasi yang lebih pekat sebanding dengan tekanan turgor. Tekanan osmotic merupakan sifat koligatif, yang berarti bahwa sifat ini bergantung pada konsentrasi zat terlarut dan bukan pada sifat zat terlarut itu sendiri. Jika sel ditempatkan dalam larutan yang lebih pekat (hipertonik) terhadap cairan sel mengkerut. Pristiwa ini disebut plasmolisis.
Difusi merupakan peristiwa mengalirnya atau berpindahnya suatu zat dalam pelarut dari bagian berkonsentrasi tinggi ke bagian yang berkonsentrasi rendah. Contoh peristiwa difusi yang sederhana adalah pemberian gula pada cairan teh tawar.
Kecepatan difusi ditentukan oleh : jumlah zat yang tersedia, kecepatan gerak kinetik dan jumlah celah pada membran sel. Difusi sederhana ini dapat terjadi melalui dua cara:
1.                Melalui celah pada lapisan lipid ganda, khususnya jika bahan berdifusi terlarut lipid.
2.                Melalui saluran licin pada beberapa protein transpor.

 IV.        Alat dan bahan


1.    Wortel
2.    Kentang
3.    Timbangan
4.    Air
5.    Larutan garam 5%, 10%, 15%.
6.    Larutan gula 5%, 10%, 15%.
7.    Cutter/pisau
8.    cawan



   V.        Cara Kerja
1.    Bersihkan kentang dan wortel dari kulitnya.
2.    Potong kentang dengan ukuran kira-kira 1 x 1 cm sebanyak 4 potong. Begitu pula dengan wortel.
3.    Timbang masing-masing kentang dan wortel.
4.    Ambillah larutan yang telah disediakan, kemudian tuangkan pada cawan. Beri tanda untuk setiap cawan agar tidak tertukar antara larutan yang satu dengan yang lain.
5.    Masukkan potongan kentang ke masing-masing cawan yang telah diberi tanda secara bersamaan, untuk cawan A (aquades), cawan B (larutan glukosa 5%), cawan C (larutan glukosa 10%), cawan D (larutan glukosa 15%). Begitu pula pada cawan untuk merendam wortel.
6.    Rendamlah potongan kentang dan wortel tersebut selama 15 menit.
7.    Setelah 15 menit angkatlah kemudian letakkan pada kertas agar air dapat terserap. Kemudian timbang ulang kentang tersebut dan catat hasilnya.
8.    Lakukan pula praktikum diatas dengan larutan garam.
 VI.        Hasil Praktikum
TABEL HASIL PENGAMATAN (GULA)
Bahan
Berat Awal
Berat Akhir
Gula 0%
Gula 5%
Gula 10%
Gula 15%
Kentang
0% = 2,0 gr
2,0 gr



5% = 2,1 gr

1,9 gr


10% = 2,0 gr


1,9 gr

15% = 1,7 gr



1,6 gr
Wortel
0% = 1,1 gr
1,1 gr



5% = 1,1 gr

1,2 gr


10% = 1,3 gr


1,3 gr

15% = 1,2 gr



1,3 gr




TABEL HASIL PENGAMATAN (GARAM)
Bahan
Berat Awal
Berat Akhir
Gula 0%
Gula 5%
Gula 10%
Gula 15%
Kentang
0% = 2,1 gr
2,1 gr



5% = 2,1 gr

1,8 gr


10% = 1,8 gr


1,5 gr

15% = 1,9 gr



1,7 gr
Wortel
0% = 1,1 gr
1,1 gr



5% = 1,1 gr

0,9 gr


10% = 1,3 gr


1,1 gr

15% = 1,2 gr



1,0 gr
VII.        Pembahasan
Pada praktikum kali ini, kami melakukan pengamatan terhadap kentang dan wortel yang dimasukkan ke dalam larutan gula dan larutan garam. Kami mengamati terhadap pertambahan atau pengurangan berat yang akan terjadi pada kentang dan wortel setelah dimasukkan ke dalam larutan gula dan larutan garam. Saya akan membahas hasil dari tiap-tiap praktikum yang telah dilakukan.
1.    Kentang (larutan gula)
Kentang yang dimasukan ke dalam larutan gula 5%, 10%, 15%, setelah kami bandingkan dengan berat awal ternyata mengalami penurunan berat. Hal ini dikarenakan kentang memiliki konsentrasi yang lebih rendah dari konsentrasi larutan gula sehingga air dalam kentang bergerak ke larutan gula yang memiliki konsentrasi yang lebih tinggi. Hal tersebut mengakibatkan air dalam kentang mengalami pengurangan sehingga beratnya menjadi berkurang dari berat semula. Dari pernyataan di atas dapat diketahui bahwa konsentrasi larutan pada kentang <5% dan >0%. Sedangkan pada kentang yang dimasukkan ke dalam aquades, tidak mengalami perubahan berat karena memiliki konsentrasi yang sama.
2.    Wortel (larutan gula)
Pada dasarnya wortel sudah memiliki rasa manis. Wortel yang dimasukkan ke dalam larutan aquades tidak mengalami penambahan berat. Apabila terdapat kesalahan kemungkinan dikarenakan kurang dalam lamanya perendaman. Wortel dimasukkan ke dalam larutan gula 5%, 10%, 15%. Wortel yang dimasukkan ke dalam larutan gula akan mengalami penambahan berat. Hal ini dikarenakan larutan pada wortel memiliki konsentrasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan larutan gula. Pada peristiwa osmosis, larutan dengan konsentrasi rendah akan bergerak menuju air dengan konsentrasi lebih tinggi sehingga larutan garam berpindah ke dalam wortel. Akibatnya, wortel mengalami penambahan air dan  bertambah berat. Dalam wortel yang dimasukkan kedalam larutan gula 10% mengalami kesalahan, kemungkinan dikarenakan kurang dalam perendaman. Dari pernyataan di atas dapat diketahui bahwa wortel memilki konsentrasi >15%.


3.    Kentang (larutan garam)
Pada kentang yang dimasukkan ke dalam aquades, tidak mengalami perubahan berat karena memiliki konsentrasi yang sama(isotonik). Kentang yang dimasukan ke dalam larutan garam 5%, 10%, 15%, mengalami penurunan berat. Hal ini dikarenakan kentang memiliki konsentrasi yang lebih rendah dari konsentrasi larutan garam sehingga air dalam kentang bergerak ke larutan garam yang memiliki konsentrasi yang lebih tinggi. Hal tersebut mengakibatkan kentang mengalami pengurangan air sehingga beratnya menjadi berkurang dari berat semula. Dari pernyataan di atas dapat diketahui bahwa konsentrasi larutan pada kentang < 5% dan > 0%.
4.    Wortel (larutan garam)
Wortel yang dimasukkan ke dalam aquades tidak mengalami perubahan berat karena konsentrasinya sama. Apabila terdapat kesalahan kemungkinan karena kurang lamanya waktu perendaman dan faktor dari wortel itu sendiri. Wortel yang dimasukan ke dalam larutan garam 5%, 10%, 15%, setelah kami bandingkan dengan berat awal ternyata mengalami penurunan berat. Hal ini dikarenakan wortel memiliki konsentrasi yang lebih rendah sehingga air dalam wortel bergerak ke larutan garam yang memiliki konsentrasi yang lebih tinggi. Hal tersebut mengakibatkan air dalam wortel mengalami pengurangan sehingga beratnya menjadi berkurang dari berat semula. Dari pernyataan di atas dapat diketahui bahwa konsentrasi larutan pada wortel <5% dan >0%.
          Dari keseluruhan praktikum ini, kesalahan yang kemungkinan terjadi antar lain:
1.    Kurangnya waktu perendaman
2.    Kesalahan dalam pengukur berat / timbangan tidak valid
3.    Kurang baiknya kualitas dari bahan
4.    Adanya larutan yang masih menempel pada bahan/larutan kurang terserap
5.    Kesalahan lain yang datang dari praktikan sendiri.

VIII.        Kesimpulan
Osmosis merupakan bergeraknya air dari larutan yang konsentrasinya lebih rendah ke konsentrasi yang lebih tinggi. Dalam praktikum yang telah kami lakukan, dapat disimpulkan bahwa kentang yang dimasukkan ke dalam larutan gula, kentang yang dimasukkan ke dalam larutan garam dan wortel yang dimasukkan ke dalam larutan garam mengalami penurunan berat dari berat semula. Hal ini dikarenakan air yang berada dalam bahan memiliki konsentrasi lebih rendah dari konsentrasi larutan diluarnya sehingga air yang berada dalam kentang dan wortel tersebut bergerak ke larutan di luarnya. Sedangkan pada wortel yang dimasukkan atau direndam dalam larutan gula, mengalami penambahan berat. Dikarenakan konsentrasi larutan dalam wortel yang lebih tinggi sehingga larutan gula bergerak ke larutan yang memiliki konsentrasi yang lebih rendah yaitu wortel itu sendiri.


 IX.        Daftar Pustaka

                                                                                     
                                                                             Kebumen, 29 Agustus 2012
                                                                             Praktikan,



                                                                             Badrotul Kiromah
14989

0 komentar:

Poskan Komentar